Kamis, 28 Februari 2008

manajemen energi yang seharusnya

bagi setiap orang yang bekerja di kota jakarta tiap pagi pasti mengalami kepenatan yang luar biasa untuk bisa mencapai kantornya masing-masing.
kondisi kemacetan di jakarta makin lama makin bertambah dan terus menggila seolah-olah berpacu dengan harga minyak bumi yang terus meroket diatas harga 100 US$ per barrel. seolah semua orang tidak perduli dengan harga BBM yang menggila dan tidak mau tahu dengan kondisi PLN yang secara teori sudah bangkrut karena hutangya sudah lebih besar dari asetnya dan kembang kempis mendapatkan pasokan BBM yang terus menguap.
seolah-olah pemerintah menjawab kondisi ini dengan seringnya mempublikasikan penemuan sumber minyak baru dan peningkatan kapasitas kilang minyak yang dimiliki pt pertamina. padalah sesungguhnya kita sudahnet importir minyak sejak beberapa tahun terakhir. bahkan beberapa hari terakhir ditandatangani kesepakatan dengan Libya untuk memasok minyaknya untuk beberapa tahun ke sejumlah kilang minyak milik pt. pertamina.
sistem manajemen energi di Indonsia terdiri atas 3 pilar utama yaitu :

1. intensifikasi energi
2. diversifikasi energi
3. konservasi energi

konsep ini sudah lama diadopsi secara nasional dan para petinggi pengelola energi bukannya tidak tahu atau tidak mengerti tapi lebih tepatnya tidak secara konsisten menerapkan prinsip ini.
prinsip yang paling mantap diterapkan adalah intensifikasi energi, lihatlah betapa gegap gempitanya penambangan minyak dan ekplorasi minyak untuk mendapatkan devisa dan rente ekonomi sementara minyak itu dibeli oleh Amerika Serikat untuk ditimbun di reservoar minyak dia yang berada di bawah tanah.
penerapan manajemen energi di Indonesia tidak diterapkan secara seimbang, hanya aspek intensifikasi saja yangditerapkan bahkan lebih buruk lagi manajemen energinya oil minded, artinya semua keputusan didasarkan pada kondisi perminyakan.
seharunya semua petinggi energi sadar perlunya penerapan yang seimbang dari ketiga aspek tadi.
kegiatan dan teknologi di bidang diversifikasi energi dan konservasi energi di Indonesia tertinggal bahkan dari negara seperti Thailand dan Malaysia.
Saatnya semua pihak arif dan berkordinasi dengan baik dalam mengelola energi nasional yang semakin menipis

Tidak ada komentar: